Festival Lembah Baliem yang Mendunia

FESTIVAL Lembah Baliem adalah festival budaya yang sudah diadakan lebih dari 25 kali. Festival ini sejak dahulu kala sangat terkenal sehingga turis mancanegara rela berbondong bondong datang ke Papua khusus untuk acara ini saja.

Bagi kita, Festival Lembah Baliem mungkin terdengar asing. Ya wajar sih, karena untuk ke sini saja butuh perjuangan dalam perjalanan yang cukup panjang dan mahal juga tentunya. Tetapi walaupun kita jarang mendengar Festival Lembah Baliem Wamena tetapi turis asing sangat ingin ke sini.

Di kalangan turis mancanegara, festival ini sudah terkenal sejak puluhan tahun lalu.

The Great Valley : Baliem, Papua Indonesia

The Baliem Valley, also spelled Balim Valley and sometimes known as the Grand Valley, of the highlands of Western New Guinea, is occupied by the Dani people. The main town in the valley is Wamena. The valley is about 80 km in length by 20 km in width and lies at an altitude of about 1,600–1,700 metres (5,200–5,600 ft), with a population of over 200,000.

As far as the outside world was concerned, the discovery of the Baliem Valley and the unexpected presence of its large agricultural population was made by Richard Archbold’s third zoological expedition to New Guinea in 1938. On 21 June an aerial reconnaissance flight southwards from Hollandia (now Jayapura) found what the expedition called the ‘Grand Valley’. Since then the valley has gradually been opened up to a limited amount of tourism.

The following is copied from the back cover of Peter Matthiessen’s book Under the Mountain Wall:

In the Baliem Valley in Central New Guinea live the Kurelu, a Stone Age tribe that survived into the twentieth century. Peter Matthiessen visited the Kurelu with the Harvard-Peabody Expedition in 1961 and wrote Under the Mountain Wall as an account not of the expedition, but of the great warrior Weaklekek, the swineherd Tukum, U-mue and his family, and the boy Weake, killed in a surprise raid. Matthiessen observes these people in their timeless rhythm of work and play and war, of gardening and wood gathering, feasts and funerals, pig stealing and ambush.

Acara Baliem Festival

Festival Lembah Baliem awalnya merupakan acara perang antar suku Dani, Lani, dan Suku Yali. Pada saat festival kita bisa melihat simulasi perang dan pertunjukan tarian yang mereka perlihatkan. Sebuah festival yang menjadi ajang adu kekuatan antarsuku dan telah berlangsung turun temurun namun tentunya aman untuk dinikmati. Festival Lembah Baliem berlangsung selama tiga hari dan diselenggarakan setiap bulan Agustus dan biasanya bertepatan dengan perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tetapi pada tahun 2015 ini diadakan pada tanggal 6 sampai 8 Agustus. Ternyata Festival Lembah Baliem sudah diadakan ke 25 kalinya, Awalnya pertama kali digelar tahun 1989. Yang istimewa bahwa festival ini dimulai dengan skenario pemicu perang seperti penculikan warga, pembunuhan anak suku, atau penyerbuan ladang yang baru dibuka.

 

FESTIVAL BUDAYA
LEMBAH BALIEM 2019
Distrik Welesi, Kab. Jayawijaya, Papua
7-10 Agustus 2019

Tentang FBLB 2019

Festival Budaya Lembah Baliem yang dilaksanakan sejak tahun 1989 hingga kini masih terus dilakukan. 30 tahun usia pagelaran budaya ini tanpa disadari memberi banyak dampak positif bagi Papua. Festival tersebut kini menjadi Ikon Pariwisata Papua di mata dunia.

Atraksi kolosal perang-perangan, tari-tarian tradisional (ethai) dan seni merias tubuh dengan ragam assesoris karya suku Hubula, pertunjukan alat musik tradisional (pikon dan witawo), atraksi memasak tradisional (bakar batu), permainan anak (puradan dan sikoko), lempar sege dan karapan babi adalah gelaran budaya yang selalu ditampilkan dan dilombakan setiap tahun saat Festival berlangsung.

Play Video

Fblb adalah warisan budaya masyarakat suku hubula di kabupaten Jayawijaya dan merupakan salah satu festival budaya tertua di Indonesia. Festival ini menampilkan beragam budaya suku hubula diantaranya : prosesi kelahiran, inisiasi atau pendewasaan, pernikahan, pekerjaan, kematian dan perang2an serta cara memasak tradisonal bakar batu. Dengan hati yang tulus, perkenankan kami mengajak seluruh warga papua, warga indonesia dan warga dunia untuk hadir menyaksikan kekayaan budaya suku hubula pada event fblb di lembah agung baliem. Keunikan budaya dan keindahan alam baliem menanti anda... Wa..wa..wa...

John Richard Banua & Marthin Yoghobi
Bupati & Wakil Bupati Jayawijaya 2018-2023

Main Event

Atraksi Teaterikal Kolosal

JEJAK PERADABAN SUKU HUBULA SEBAGAI WARISAN DUNIA

Sebuah pertunjukan drama musikal di alam terbuka dipandu koreografer Titov dengan 500 performer menjadi suguhan pembuka acara Festival Budaya Lembah Baliem tahun ini. Diiringi musik yang membuat suasana menjadi hidup dan menegangkan. Berisi tarian, nyanyian dan pertunjukan musik yang Menceritakan kehidupan masyarakat Suku Hubula Papua. Siapkan diri anda untuk hadir di pentas budaya ter-akbar di Tanah Papua tahun ini.

Noken Raksasa

Pasar Festival

Kampung Festival

Kampus Festival

Tiket Festival

Domestik

Harga tiket untuk wisatawan domestik
IDR 50
000
3 HARI
  •  

Mancanegara

Harga tiket untuk wisatawan mancanegara
IDR 300
000
3 HARI
  •  

Counting down

Days
Hours
Minutes
Seconds

Official Partners

Download Buku Profil dan Guide Festival Lembah Baliem 2019